Menu

Bahaya Penyakit Wasir


Wasir: Macam, Gejala, Cara Pengobatan dan Pencegahannya


Wasir merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup mengganggu. Apalagi, penyakit satu ini kerap muncul di bagian dubur dan anus.

  •  Mengenal Lebih Jauh tentang Wasir
  •  Macam-Macam Wasir
  •  Gejala Anda Terkena Wasir
  •  Penyebab Wasir
  •  Tahapan yang Terjadi pada Penderita Wasir
  •  Cara Mendiagnosa Wasir dengan Sigmoidoscopy
  •  Pengobatan untuk Penderita Wasir
  •  Cara Mencegah Wasir

wasir

Wasir atau hemorrhoid alias ambeien merupakan salah satu penyakit yang kerap membuat Anda merasa tidak nyaman saat beraktivitas. Terutama bagi Anda yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk duduk. Biasanya, wasir sendru diakibatkan oleh pembengkakan pembuluh darah, terutama yang berada di area rektum (dubur) dan anus. Nah, agar tidak salah kaprah dalam mengenali dan menangani penyakit satu ini, tidak ada salahnya jika Anda menyimak penjelasan singkat berikut.

Mengenal Lebih Jauh tentang Wasir

wasir

Ambeien sendiri biasanya disebabkan lantaran pembuluh darah yang melebar pada bagian dubur dan anus. Biasanya, kondisi pembuluh darah yang demikian kerap menghasilkan tonjolan dan juga iritasi. Kondisi tersebut akan bertambah parah saat Anda mengejan pada saat melakukan Buang Air Besar. Dilansir dari laman Web MD, ternyata hemorrhoid merupakan salah satu penyebab pendarahan pada dubur atau yang biasa disebut dengan retal bleeding.

Kondisi yang demikian biasanya terjadi selama beberapa minggu lamanya. Kendati demikian, jangan sampai melalaikan penyakit satu ini. Pasalnya, kondisinya dapat bertambah semakin parah jika dibiarkan. Bahkan, hemorrhoid kerap muncul secara tiba-tiba saat Anda tengah beraktivitas.

Macam-Macam Wasir

wasir

Kendati wasir kerap ditandai dengan munculnya benjolan di sekitar anus, ternyata penyakit satu ini dibedakan menjadi tiga jenis, yakni: wasir luar, wasir dalam dan juga wasir trombus.

    Wasir Luar

Wasir luar umumnya muncul di bawah lapisan kulit yang berada di sekitar dubur dan anus. Biasanya jenis penyakit yang satu ini disebabkan lantaran pembuluh darah yang berada di sekitar dubur dan anus melebar. Dilansir dari laman Health Line, ternyata penyebab umum hemorrhoid luar adalah ketegangan otot-otot yang berulang saat usus sedang bekerja.

    Wasir Dalam

Berbeda dari hemorrhoid luar, ternyata hemorrhoid dalam biasa muncul di bagian dalam dubur. Kondisi yang demikian kerap menimbulkan rasa tidak nyaman. Terutama ketika Anda sedang dalam posisi duduk. Kondisi tersebut ternyata juga rawan bertambah parah saat sisa-sisa kotoran dalam tubuh melewati tonjolan yang disebabkan oleh wasir luar. Bahkan, bukan tidak mungkin jika sisa kotoran yang lewat menyebabkan tonjolan tersebut berdarah.

    Wasir Trombus

Jenis wasir yang ketiga dikenal dengan wasir trombus. Biasanya, hemorrhoid satu ini disebabkan oleh darah yang terkumpul pada wasir luar. Darah tersebut pada akhirnya mengalami pembekuan yang mengakibatkan rasa sakit hingga bengkak. Wasir trombus sendiri biasanya juga ditandai dengan munculnya tonjolan keras pada bagian anus.

Gejala Anda Terkena Wasir

wasir

Nah, ternyata penyakit satu ini dapat diketahui dengan sejumlah gejala yang muncul seperti berikut.

    Anus dan dubur akan terasa gatal yang berlebihan
    Bagian anus akan terasa sakit
    Muncul benjolan atau terjadinya pembengkakan di sekitar anus
    Pendarahan pada feses yang disebabkan oleh pendarahan jaringan tisu saat usus bergerak
    Terjadinya iritasi dan nyeri pada bagian anus
    Mengalami kebocoran anus
    Merasakan rasa nyeri saat usus sedang bergerak


Penyebab Wasir

Baca Juga : Penyebab penyakit maag

toilet

Wasir memang diakibatkan oleh pelebaran otot-otot di sekitar anus. Namun, siapa yang menyangka ternyata hemorrhoid juga dapat disebabkan oleh sejumlah faktor seperti berikut.

    Konstipasi

Salah satu masalah yang menyerang pencernaan ini ternyata juga menjadi penyebab munculnya hemorrhoid. Pasalnya, saat mengalami konstipasi, sisa-sisa kotoran yang dicerna dan dikeluarkan oleh usus menghasilkan tekstur yang keras dan padat. Hal tersebut tentu akan membuat usus bekerja lebih keras. Seperti yang telah diketahui, ketegangan pada otot usus dapat menyebabkan terjadinya hemorrhoid. Selain itu, gerakan mengejan terlalu keras saat mengeluarkan sisa kotoran juga menyebabkan pelebaran pembuluh darah di sekitar anus dan dubur.

    Diare

Selain konstipasi, hemorrhoid ternyata juga dapat disebabkan oleh diare. Sebagai tambahan informasi, diare sendiri disebabkan oleh adanya gerakan usus yang terlalu berair. Biasanya, diare juga disertai dengan munculnya rasa kembung. Namun, jangan salah kondisi yang demikian ternyata justru menyebabkan usus bekerja lebih keras lagi dalam mencerna makanan.

Akibatnya, kondisi demikian juga menyebabkan munculnya rasa sakit pada dubur. Risiko lebih tinggi terjadi pada penderita diare yang menggunakan tisu toilet untuk membersihkan area anus dan dubur. Pasalnya, menggosok terlalu keras area tersebut dengan kertas tisu ternyata dapat menyebabkan iritasi dan rasa gatal.

    Duduk Terlalu Lama di Toilet

Wasir ternyata kerap menimpa orang-orang yang biasa menggunakan toilet duduk. Namun, risiko penyakit satu ini akan semakin tinggi jika Anda terbiasa berlama-lama berada di atas toilet duduk. Dilansir dari laman Mayo Clinic, kebiasaan tersebut ripanya dapat menyebabkan pembuluh darah di sekitar dubur dan anus mengalami pelebaran.

Tidak hanya itu saja, ternyata kondisi yang demikian juga menambah tekanan dan pembengkakan pada area tersebut. Sebagai tambahan informasi, kondisi yang demikian akan semakin bertambah parah jika Anda sedang mengalami konstipasi. Apalagi seperti yang telah diketahui, gerakan mengejan saat mengalami konstipasi dapat membuat otot-otot mengalami ketegangan yang akhirnya memicu munculnya hemorrhoid.

    Riwayat Keluarga

Kendati hemorrhoid kerap muncul oleh sejumlah faktor, ternyata riwayat keluarga juga sangat berpengaruh. Apalagi jika salah satu atau sejumlah anggota keluargamu sempat mengalami dan berjuang melawan wasir. Faktor satu ini ternyata dapat meningkatkan risiko terjadinya wasir. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk lebih menjaga gaya hidup.

    Kehamilan

Siapa yang menyangka ternyata wanita yang tengah hamil memiliki risiko tinggi terkena wasir. Pasalnya, saat hamil, wanita cenderung memproduksi hormone progesteron dalam jumlah yang lebih banyak. Kondisi yang demikian rupanya dapat merelaksasi dinding pembuluh darah yang membuat area di sekitar perut bagian bawah mudah mengalami pembengkakan.

Tidak hanya itu saja, seiring berkembangnya janin di dalam perut, rupanya hal tersebut memberikan tekanan pada uterus. Tekanan inilah yang akhirnya menyebabkan wanita hamil mudah terkena wasir. Apalagi, otot-otot usus akan bekerja lebih keras saat wanita sedang menjalani masa kehamilan.

    Obesitas

Memiliki berat tubuh jauh dari berat tubuh ideal atau yang biasa disebut dengan obesitas rupanya juga dapat memicu terjadinya wasir. Sebagai tambahan informasi, berat tubuh yang berlebihan juga memberikan tekanan yang besar pada organ-organ tubuh. Tidak heran jika penderita obesitas juga memiliki risiko tinggi terkena wasir. Hal tersebut lantaran otot-otot di bagian dubur dan anus akan mendapat tekanan yang lebih besar saat sedang mengejan dibandingkan dengan pemilih bobot tubuh normal.

Tahapan yang Terjadi pada Penderita Wasir

wasir

Selain dibedakan menjadi tiga macam, ternyata sejumlah dokter dan para ahli biasa membedakan keadaan wasir menjadi empat tahapan.

    Tahapan pertama yang biasa dialami oleh penderita ambeien ditandai dengan terjadinya pelebaran pembuluh darah pada bagian anus dan dubur.
    Sedangkan tahap kedua biasanya ditandai dengan terjadinya prolaps dan penarikan sisa kotoran ke dalam anus yang biasa diselingi dengan munculnya pendarahan.
    Tahap ketiga dari hemorrhoid sendiri biasanya ditandai dengan keluarnya wasir dari dalam dubur dan anus. Kondisi yang demikian biasanya dapat diatasi dengan menekan masuk otot tersebut menggunakan jari tangan
    Terakhir alias tahap keempat biasa ditandai dengan keluarnya ambeien dari dalam dubur atau anus yang tidak dapat dikembalikan seperti pada tahap ketiga. Biasanya, penderita yang sudah memasuki tahap keempat juga akan mengalami wasir trombus.


Cara Mendiagnosa Wasir dengan Sigmoidoscopy

sigmoidoscope

Bagi Anda yang ingin mengetahui apakah sedang mengalami wasir atau tidak bisa mengamati sejumlah gejala yang sering muncul. Namun, Anda juga dapat mengetahuinya dengan mengonsultasikannya dengan dokter. Biasanya, dokter akan menyarankan untuk melakukan eksaminasi visual dengan memasukkan jari ke dalam anus Anda. Jika dokter menemukan kondisi yang tidak normal, biasanya pemeriksaan tersebut akan dilanjutkan dengan tes lanjutan bernama sigmoidoscopy.

Sigmoidoscopy sendiri ternyata melibatkan sebuah kamera kecil untuk mendiagnosis adanya wasir dalam. Kamera yang digunakan pun bukan kamera biasa. Pasalnya, kamera tersebut merupakan kamera kecil yang dilengkapi denan fiber-optic atau yang biasa disebut dengan sigmoidoscope. Kamera tersebut akan diletakkan di dalam tabung atau selang kecil yang kemudian dimasukkan ke dalam anus. Dari kamera inilah dokter dapat melihat bagian dalam anus dan menyimpulkan apakah Anda mengalami hemorrhoid atau tidak.
Cara Mengatasi Anus Gatal di Rumah

Pengobatan untuk Penderita Wasir

tim dokter

Penyakit satu ini ternyata dapat diatasi dengan sejumlah penanganan. Nah, agar ambeien yang sedang menyerang Anda tidak bertambah parah, tidak ada salahnya untuk menyimak sejumlah cara pengobatan berikut ini.

    Menjalani Diet Sehat

Salah satu cara pengobatan alami yang dapat dilakukan dengan mudah adalah menerapkan diet sehat. Diet satu ini merupakan diet yang menambahkan asupan makanan berserat tinggi dalam menu harian. Serat-serat yang terkandung dalam makanan akan membuat usus lebih mudah mencerna sehingga otot-otot usus dan dubur serta anus tidak bekerja lebih keras dalam mengeluarkan sisa kotoran.

Makanan yang mengandung serat tinggi biasa didapatkan dengan mengonsumsi buah, sayura, biji-bijian serta sejumlah sereal. Anda juga dapat mengonsumsi buah-buahan yang sudah dikeringkan untuk mendapatkan serat. Sebagai tambahan informasi, rupanya jumlah serat yang dibutuhkan oleh tubuh dalam sehari berkisar antara 20 hingga 30 gram.

    Berendam Air Hangat

Dilansir dari laman On Health, ternyata berendam dalam air hangat saat mandi juga dapat mengurangi risiko dan nyeri pada penderita ambeien. Hal tersebut ternyata disebabkan oleh suhu air hangat yang dapat meredakan terjadinya peradangan pada bagian anus dan dubur. Cukup berendam dalam posisis duduk selama kurang lebih 15 hingga 20 menit. Ulangi kebiasaan satu ini sebanyak tiga kali dalam sehari. Cara satu ini juga diklaim lebih ampuh mengurangi iritasi yang biasa diderita oleh penderita hemorrhoid.

    Menggunakan Cairan Khusus

Salah satu cara mengobati penyakit ini adalah dengan menggunakan stool softener. Cairan satu ini pada umumnya dapat mengeluarkan sisa kotoran dengan lebih mudah tanpa harus menyebabkan otot-otot usus, dubur dan anus bekerja lebih keras. Namun, pada kasus tertentu penggunaan cairan satu ini justru dapat menimbulkan terjadinya iritasi dan infeksi pada bagian anus.

    Sclerotherapy

Dibandingkan dengan cara lainnya, salah satu cara ini merupakan pengobatan hemorrhoid yang sudah dilakukan sejak lama. Ialah sclerotherapy yang dilakukan dengan menyuntikkan cairan phenol atau quirin urea pada hemorrhoid. Penyuntikan ini ternyata ampuh dalam menyusutkan wasir yang muncul. Kendati demikian, pengobatan menggunakan sclerotherapy ternyata juga menyebabkan rasa sakit setelah sclerotherapy dilakukan.

Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah sclerotherapy rupanya tidak dapat menghilangkan wasir secara permanen. Pasalnya, pasca melakukan pengobatan satu ini, wasir dapat muncul lagi beberapa tahun kemudian. Tidak heran jika Anda nantinya juga akan diminta melakukan penanganan serupa untuk menyingkirkan wasir.

    Ligasi Wasir

Pengobatan lain yang dapat Anda jajal untuk menangani wasir adalah dengan melakukan proses ligasi. Ligasi wasir sendiri dilakukan dengan mengikatkan karet pada wasir dengan kuat-kuat. Nantinya, karet yang diikatkan pada wasir akan membuat jaringan tisu wasir mati. Tidak hanya itu saja, proses satu ini rupanya juga akan memunculkan bisul yang nantinya akan menimbulkan jaringan parut.

Disinggung mengenai pengobatan satu ini, rupanya prosedur satu ini sudah sempat dibahas oleh ahli dari Yunani pada tahun 460 Sebelum Masehi. Ialah Hippocrates yang sempat menyinggung metode satu ini. namun, Hippocrates pada saat itu hanya menyuruh penderita wasir untuk mengikat hemorrhoid dengan benang yang terbuat dari wool bukan dari karet.

Cara Mencegah Wasir

olahraga

Nah, bagi Anda yang ingin mencegah agar tidak menderita penyakit satu ini, tidak ada salahnya untuk menerapkan sejumlah saran berikut.

    Rajin Minum Air Putih

Salah satu cara praktis untuk mencegah agar tidak terkena hemorrhoid adalah dengan menjaga asupan minuman. Akan lebih baik lagi agar Anda meminum air putih dalam jumlah yang dianjurkan. Selain menjaga sel tubuh tetap lembap, mengonsumsi air putih secara teratur dalam porsi yang dianjurkan juga dapat membantu otot usus bekerja dengan cara yang lebih sehat.

Dilansir dari laman Everyday Health, mengonsumsi air putih dalam porsi yang dianjurkan ampuh dalam mencegah terjadinya konstipasi. Apalagi, seperti yang telah diketahui konstipasi merupakan salah satu penyebab timbulnya ambeien. Hal tersebut juga diiyakan oleh Richard Desi, MD selaku gastroenterologist yang bertugas di Mercy Medical Center di Baltimore. Desi bahkan menganjurkan untuk meminum enam hingga delapan gelas air untuk menyehatkan organ pencernaan.

    Olahraga Teratur

Siapa yang akan menyangka ternyata hemorrhoid juga dapat dicegah dengan rajin berolahraga. Bahkan, hal tesebut juga disarankan oleh Desi yang bekerja sebagai salah satu gastroenterologist di Baltimore. Menurutnya, berolahraga ternyata dapat menyehatkan usus besar. Bahkan, olahraga yang menekan bagian perut seperti weightlifting ampuh dalam mencegah munculnya hemorrhoid. Namun, Anda juga dapat menyiasatinya dengan melakukan yoga, berenang hingga berjalan kaki.

Tidak hanya itu saja, berolahraga secara teratur ternyata juga dapat mengurangi tekanan yang diberikan pada pembuluh darah di sekitar anus. Apalagi seperti yang telah diketahui, kondisi demikian merupakan salah satu pemicu dari wasir yang banyak tidak disadari oleh banyak orang. Melakukan olahraga secara teratur tidak hanya menghindarkan Anda dari masalah wasir. Namun, juga dapat membantu Anda menurunkan berat badan secara ampuh.

    Mengonsumsi Makanan Berserat

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, salah satu penyebab dari wasir adalah kurangnya mengonsumsi makanan berserat. Maka dari itu, tidak ada salahnya jika Anda melakukan pencegahan wasir dengan mengonsumsi makanan berserat. Makanan berserat bisa didapatkan dari buah-buahan, sayuran dan juga biji-bijian yang kerap disebut dengan istilah whole grain. Sebagai tambahan informasi, mengonsumsi makanan berserat ternyata mampu menjaga kesehatan organ pencernaan. Tidak hanya itu saja, makanan berserat juga melunakkan sisa makanan yang nantinya akan dikeluarkan oleh tubuh.

Tidak heran jika orang yang lebih sering mengonsumsi makanan berserat memiliki risiko yang rendah terkait masalah wasir. Sisa makanan atau feses yang lunak juga membuat otot-otot usus dan anus tidak bekerja ekstra sehingga mencegah Anda terkena serangan wasir. Tidak hanya itu saja, mengonsumsi makanan berserat ternyata juga menekan produksi gas pada sistem pencernaan sehingga Anda tidak mengalami kembung.

    Hindari Mengejan

Kebiasaan satu ini kerap menjadi pemicu wasir yang tidak disadari oleh banyak orang. Sebagai tambahan informasi, mengejan ternyata membuat otot usus dan anus bekerja lebih keras dalam mengeluarkan sisa makanan dari dalam tubuh. Kebiasaan satu ini juga dapat memicu pelebaran pembuluh darah di sekitar anus yang akhirnya menyebabkan peradangan dan wasir. Salah satu solusi agar Anda tidak lagi mengejan saat Buang Air Besar adalah dengan mengonsumsi banyak makanan berserat dan cairan. Anda juga dapat mengonsumsi suplemen khusus yang mengandung serat tinggi agar tidak menyebabkan konstipasi.

    Jangan Terlalu Lama Duduk

Duduk terlalu lama ternyata tidak hanya mempengaruhi postur tubuh saja. Kebiasaan satu ini ternyata juga menjadi salah satu pemicu wasir. Pasalnya, duduk dalam waktu yang cukup lama akan meningkatkan jumlah tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus. Hal ini nantinya akan memicu terjadinya pelebaran pembuluh darah yang menyebabkan wasir. Maka dari itu, bagi Anda yang banyak menghabiskan waktu dalam posisi duduk, tidak ada salahnya untuk meluangkan sedikit waktu untuk sekadar mengubah posisi. Anda dapat berjalan-jalan di sekitar tempat duduk atau pun melakukan stretching ringan.

Begitulah penjelasan mengenai penyakit wasir semoga dapat membantu bagi yang menderita penyakit ini dan bermanfaat artikelnya.Sekian dan terima kasih.

 

Go Back

Comment

Blog Search

Blog Archive

Comments

There are currently no blog comments.